Keunikan Equihen Plage, Desa Perahu Terbalik Prancis

Equihen Plage, di pantai utara Prancis adalah sebuah desa pantai kecil dengan populasi sekitar 3.000 orang. Sampai awal abad ke-20, Equihen Plage adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan kering (jenis kapal nelayan yang diluncurkan ke laut dengan menggesernya dengan kayu bulat).
Desa Equihen Plage - wikipedia

Desa Fotografi - Equihen Plage, di pantai utara Prancis adalah sebuah desa pantai kecil dengan populasi sekitar 3.000 orang. Sampai awal abad ke-20, Equihen Plage adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan kering (jenis kapal nelayan yang diluncurkan ke laut dengan menggesernya dengan kayu bulat).

Saat ini, desa ini terkenal dengan banyak rumah perahu terbalik yang dikenal sebagai "quilles en l'air". Perahu terbalik pun berfungsi sebagai akomodasi liburan yang unik bagi para pelancong.

Dulu, tidak jarang menemukan kapal tua baik tegak dan terbalik di sepanjang pantai tempat mereka diseret tinggi dan kering di atas pantai untuk digunakan sebagai tempat tinggal. Dalam novel klasik Charles Dickens, David Copperfield saudara laki-laki Peggotty tinggal di sebuah rumah perahu tua di Yarmouth (meski tidak terbalik seperti ilustrasi populer). Seluruh kapal panjang berfungsi sebagai kamar ukuran satu orang. Dibagi antara ruang untuk memasak dan tidur.

Seperti dilansir dari laman Amusing Planet, selama Perang Dunia Kedua, hampir semua rumah perahu hancur, namun warisan mereka terus berlanjut.

Pada tahun 1990an, sekitar enam puluh tahun setelah menghilang, desa tersebut memutuskan untuk menghidupkan kembali warisan kuno tersebut dan mendirikan beberapa rumah perahu yang terbalik dan melengkapi mereka dengan fasilitas modern untuk menarik wisatawan. Mereka sekarang bisa disewa dengan harga mulai dari sekitar tiga ratus Euro.[]


Sumber: Republika.co.id
Share on Google Plus

Desa Fotografi

Terima kasih atas minat Anda Menatap Desa melalui Desa Fotografi. Silahkan kirim pertanyaan/kritik/sanggahan/sponsorship/donasi atau bahkan ingin berbagi foto Desa Anda. Sampaikan melalui email: menatapdesa@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar