Sumur ini Diyakini Bisa Menghidupkan Orang Sesudah Meninggal

Salah satu ikon paling bisa dikenali dengan mudah untuk kota Kudus adalah Masjid Menara Kudus yang merupakan peninggalan salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kudus. Masjid ini terletak sekitar 500 m arak ke barat alun alun kota kudus.

Sudah banyak yang mengupas tentang sejarah bangunan ini dan kenapa juga bentuknya mirip dengan pura umat Hindu, apakah itu untuk menghormati penduduk lokal yang dulunya masih memeluk agama Hindu.
Menara Kudus
Dari mitos yang paling menarik adalah seputar sumur yang terletak dibawah menara ini diyakini airnya bisa membuat orang yang sudah meninggal hidup kembali. Seperti dalam cerita pewayangan khasiatnya mirip dengan Kembang mahkota Dewa yang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Masyarakat Kota Kudus sendiri dari golongan tua masih snagat meyakini kalau sumur itu ditutup oleh bangunan Menara karena khasiatnya yang bisa menyembuhkan segala penyakit dan bisa menhidupkan kembali orang mati. Sebenarnya cerita ini tidak senagaja ketika sumur masih belum ditutupi oleh Menara itu, ada sebuah kisah yang mana di dekat sumur terdapat seekor katak yang sudah mati, tiba tiba ada burung gagak minum di sumur tersebut dan mandi sehingga basah semua bulunya. Kebiasaan seekor burung pasti mengibaskan tubuhnya untuk mengeringkan badannya dan tak disangka katak tadi terkena cipratan air sumur dan hidup kembali.

Entah bagaiman kebenaran dari cerita itu tetapi para kaum tua sangat percaya sehingga sumur ditutup dengan Menara seperti yang sekarang anda lihat.
 .
Terlepas segal mitos yang menyertainya, Masjid Menara Kudus merupakan bukti sejarah penyebaran agama Islam di Kota kretek dan menjadi objek wisata religi paling penting di kota kecil ini bersama dengan Masjid peninggalan Sunan Muria yang terletak 16 Km ke arah utara tepatnya di lereng gunung Muria.

Untuk mencapai Masjid Menara Kudus sangat mudah setelah turun dari terminal Induk langsung saja naik ojek sekitar 15 ribu ke sini. Atau jika rombongan, setelah turun dari terminal wisata silahkan lanjutkan naik becak atau dokar atau bisa jalan kaki menyusuri jalanan berpaping sekitar 1,7 Km. (sumber: potretkuli.blogspot.com)
Share on Google Plus

Desa Fotografi

Terima kasih atas minat Anda Menatap Desa melalui Desa Fotografi. Silahkan kirim pertanyaan/kritik/sanggahan/sponsorship/donasi atau bahkan ingin berbagi foto Desa Anda. Sampaikan melalui email: menatapdesa@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar