Miliki Potensi Wisata Kelas Dunia, Morotai Butuh Perhatian

Desa Fotografi - Morotai lebih dari sekedar kata indah. Pulau terdepan itu adalah gerbang Indonesia menuju Pasifik, kawasan yang bertumbuh cepat dan diperkirakan akan menggeser pesona Atlantik yang kian redup. Posisinya yang strategis sempat menjadikannya sebagai rebutan Sekutu dan Jepang selama Perang Dunia II.
Pulau Kolorai di Kabupaten Morotai. (Foto: BT)
Selain kisah PD II, Morotai juga dikaruniai keindahan alam yang menakjubkan. Pantai berpasir putih nan halus terhampar hampir di seluruh pantai di Pulau Morotai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Dodola, Zumzum, dan Ngelengele. Wisata selancar pun tersedia, seperti di perairan sekitar Tanjung Sopi dan Bere Bere yang terletak di utara pulau dan menghadap langsung Samudra Pasifik.

Demikian pula hutan Morotai yang cukup terjaga bisa digunakan untuk wisata menjelajahi jejak-jejak PD II atau menikmati keindahan air terjun yang ada di sana, seperti air terjun Nakamura, Leo Leo, dan Raja.

Potensi wisata budaya dan edukasi juga tersedia di Morotai. Bukan hanya tari, musik, makanan, atau permainan tradisional khas Suku Tobelo dan Galela, etnik terbesar di Morotai, melainkan juga aktivitas ekonomi masyarakat. Usaha pengolahan gula aren, budidaya kerang mutiara di Pulau Ngelengele, kerajinan besi putih di pusat kota, atau pembuatan ikan asin di Pulau Koloray bisa menjadi sajian wisata yang menarik.

Meski Morotai memiliki potensi wisata yang besar, sebagian besar obyek wisata itu membutuhkan garapan lebih baik. Banyak lokasi wisata tak memiliki infrastruktur pendukung. Kalaupun ada, kondisinya tak terawat. Paket-paket wisata untuk wisatawan juga tak selalu tersedia, kecuali yang dikembangkan resor-resor tertentu.

Biaya hidup di Morotai juga tinggi. Untuk menjangkau pulau-pulau kecil dan obyek wisata di luar kota Daruba, wisatawan harus mengeluarkan biaya ekstra akibat minimnya transportasi umum. Kondisi itu rentan membuat Morotai sulit bersaing dengan daerah wisata lain yang dikelola massal.

Kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata Morotai, sangat penting untuk dipikirkan secara serius mengingat sejumlah obyek vital nasional direncanakan dibangun di Morotai, seperti istana kepresidenan. Pangkalan militer Tentara Nasional Indonesia hingga bandar antariksa yang dikelola Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional juga akan hadir di sana.

Pelibatan masyarakat itu penting agar mereka tidak merasa menjadi tamu di daerahnya sendiri. Upaya pengembangan wisata sebagai alat menyejahterakan masyarakat seharusnya bisa tercapai.

Akses Terbatas, Morotai Sulit Kembangkan Diri

Pemerintah Kabupaten Morotai, Maluku Utara, kesulitan mengembangkan pariwisata Pulau Morotai yang masuk 10 destinasi unggulan pariwisata nasional.

Hal itu karena akses menuju Morotai, baik melalui udara maupun laut, sangat terbatas, Akibatnya, keindahan alam laut dan pantai yang eksotis di bibir Samudra Pasifik itu terasa hambar karena minimnya angka kedatangan wisatawan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai Radjak Lotar, ketika ditemui tim jelajah potensi daerah tertinggal, mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri sejak tahun lalu terus mengalami peningkatan meski tak memenuhi target yang telah direncanakan pemerintah daerahnya. Dia mengatakan, masalah mendasar pariwisata Morotai adalah transportasi dari dan menuju Morotai. Begitu pula dengan akomodasi penginapan di Morotai yang masih sangat terbatas.

”Morotai ibarat gadis cantik yang tidak pernah keluar dari kamar, siapa yang mau lihat,” kata Radjak. Dia berharap pemerintah propinsi dan pemerintah pusat dapat dengan serius membantu Morotai untuk mendatangkan turis asing dan juga investor untuk dapat mengembangkan daerahnya.

Sebagai upaya mendorong percepatan pengembangan pariwisata Morotai, Maluku Utara, menjadi destinasi wisata kelas dunia dan berdaya saing internasional, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Morotai meluncurkan program "Wonderful Morotai Island 2016".

Program Wonderful Morotai ini sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia untuk mewujudkan target kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 260 juta wisatawan nusantara (wisnus) pada 2016.

"Morotai memiliki keunikan tersendiri, selain memiliki alam yang indah serta budaya yang unik, letaknya juga strategis karena berada di jalur pelayaran Asia dan Australia. Melalui Wonderful Morotai, saya yakin tidak lama lagi Morotai akan hidup dan menjadi salah satu destinasi kelas dunia yang bisa diandalkan untuk menarik wisman," ungkapnya.

Wonderful Morotai mengkombinasikan daya tarik wisata alam, bahari, budaya dan buatan di Pulau Morotai melalui beragam festival yang dihelat hingga Desember 2016. Festival tersebut di antaranya Festival Budaya, Festival Desa Pesisir, Festival Pulau Dodola, dan Festival Jejak Perang Dunia ke II.

Melalui Wonderful Morotai, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan peningkatan jumlah wisatawan ke daerahnya. Kementerian Pariwisata menargetkan hingga 5000 wisatawan di tahun 2016. Sedangkan dalam jangka panjang, diharapkan akan tercapai 500.000 wisatawan berkunjung ke Pulau Morotai pada 2019.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kesiapan yang menyeluruh, dari segi atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Sekda Kabupaten Pulau Morotai mengungkapkan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk merealisasikan program Pulau Morotai.

"Dari sisi aksesibilitas, sudah ada penerbangan dari dan ke Morotai lewat Bandara Leo Wattimena setiap hari, dan melalui jalur laut setiap 5 kali seminggu tersedia feri rute Tobelo-Morotai," tuturnya.

Sedangkan dari jalur darat, dia mengatakan bahwa Pemkab Morotai tengah meningkatkan jalan lingkar luar Morotai.

Dari segi amenitas, akan dilakukan pembangunan pembangkit tenaga listrik, penyediaan jaringan distribusi sekunder untuk air, pengembangan perhotelan dan sarana komunikasi, serta pembangunan resort dan lapangan golf.

Dia mengakui, Morotai memang masih memiliki banyak kekurangan. Tetapi Ia yakin, sambil berjalan, dengan integrasi dan prioritas, Morotai bisa jadi 'serambi pariwisata' Indonesia.

"Dengan dicanangkannya Morotai sebagai destinasi prioritas Indonesia, kami berharap pembangunan dapat menyentuh hal yang lebih esensial: ada 73.000 penduduk yang membutuhkan pembangunan untuk kehidupan yang layak," pungkasnya. (adm)

Sumber: ditjenpdt.kemendesa.go.id
Share on Google Plus

Desa Fotografi

Terima kasih atas minat Anda Menatap Desa melalui Desa Fotografi. Silahkan kirim pertanyaan/kritik/sanggahan/sponsorship/donasi atau bahkan ingin berbagi foto Desa Anda. Sampaikan melalui email: menatapdesa@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar